RUMAH ALLAH

22 04 2008
MESJID RAYA BAITURAHMAN
NANGGROE ADJEH DARUSSALAM

Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, merupakan Masjid yang memiliki lembaran sejarah tersendiri, yang kini merupakan Masjid Negara yang berada di jantung kota Propinsi Daerah Istimawa Aceh. Nama Masjid Raya Baiturrahman ini berasal dari nama Masjid Raya yang dibangun oleh Sultan Iskandar Muda pada tahun 1022 Hijriah bersamaan dengan tahun 1612 Miladiyah. Riwayat lain menyebutkan bahwa yang mendirikan Masjid Raya Baiturrahman di Zaman kerajaan Aceh ialah Sultan Alidin Mahmudsyah pada tahun 1292 Miladiyah.

Masjid Raya ini telah terbakar habis akibat penyerangan tentara Belanda dalam ekspedisinya kedua pada bulan shafar 1290 Hijriyah bersamaan dengan april 1873 Miladiyah, dimana dalam peristiwa tersebut tewas Mayjen Khohler yang kemudian diabadikan tempat tertembaknya pada sebuah monument kecil dibawah pohon ketapang/geulumpang.

Empat tahun setelah Masjid Raya Baiturrahman itu terbakar, pada pertengahan shafar 1294 Hijriyah bersamaan dengan awal maret 1877 Miladiyah, dengan mengulangi janji jenderal Van Sweiten, maka Gubernur Jenderal Van Lansbergemenyetakan akan membangun kembali Masjid Raya Baiturrahman yang telah terbakar itu. Pernyataan ini diumumkan setelah diadakan permusyawaratan dengan kepala-kepala Negeri sekitar Banda Aceh. Dimana disimpulakan bahwa pengaruh Masjid sangat besar kesanya bagi rakyat Aceh yang 100% beragama Islam. Janji tersebut dilaksanakan oleh Jenderal Mayor Vander selaku Gubernur Militer Aceh pada waktu itu. Dan tepat pada hari kamis 13 syawal 1296 Hijriyah bersamaan dengan 9 Oktober 1879 Miladiyah, diletakan batu pertamanya yang diwakili olehTengku Qadhi Malikul Adil. Masjid Raya Baiturrahman ini siap dibangun kembali pada tahun 1299 Hijriyah bersamaan dengan kubahnya hanya sebuah saja.

Pada tahun 1935 Miladiyah Masjid Raya Baiturrahman diperluas bahagian kanan dan kirinya dengan tambahan dua kubah. Perluasan ini dikerjakan oleh Jawatan Pekerjaan Umum (B.O.W) dengan biaya sebanyak F.35.000,- (Tiga Puluh Lima Ribu Gulden), sebagai pimpinan Proyek Ir.M.Thahir dan selesai dikerjakan pada akhir tahun 1936 Miladiyah.

Usaha perluasan dilanjutkan oleh sebuah pnitia bersama “Panitia Perluasan Masjid Raya Kutaraja”. Dengan keputusan Menteri R.I tanggal 31 Oktober 1975 disetujui pula perluasanya yang kedua dan pelaksanaanya diserahkan pada pemborong N.V ZEIN dari Jakarta. Perluasan ini bertambah dua kubah lagi dan dua buah menara sebelah utara dan selatan. Dengan perluasan kedua ini Masjid Raya Baiturrahman mempunyai lima kubah dan selesai dekerjakan dalam tahun 1967 Miladiyah.

Dalam rangka menyambut Musabaqah tilawatil qur’an Tingkat Nasional ke-XII pada tanggal 7 s/d 14 Juni 1981 di Banda Aceh, Masjid Raya diperindah dengan peralatan, pemasangan klinkers di atas jalan-jalan dalam pekarangan Masjid Raya. Perbaikan dan penambahan tempat wudhuk dari porselin dan pemasangan pintu krawang, lampu chandelier, tulisan kaligrafi ayat-ayt Al-Qur’an dari bahan kuningan, bagian kubah serta intalasi air mancur di dalam kolam halaman depan.

Masjid Raya Baiturrahman adalah Masjid kebanggaan rakyat Aceh, dimana sejak zaman Belanda berfungsi sebagai benteng pertahanan umat Islam Namggroe. Pada tahun 1991-1993 Masjid Raya Baiturrahman melaksanakan perluasan kembali yang disponsori oleh gubernur Dr.Ibrahim Hasan, yang meliputi halaman depan dan belakang serta masjidnya itu sendiri. Bagian masjid yang diperluas, meliputi bagian lantai masjid tempat shalat, ruang perpustakaan, ruang tamu, ruang perkantoran, aula dan ruang tempat wudhuk, dan 6 lokal sekolah. Sedangkan. perluasan halaman meliputi, taman dan tempat parkir serta satu buah menara utama dan dua buah minaret. Sehingga luas ruangan dalam Masjid menjadi 4.760 M2 berlantai marmer buatan Italia, jenis secara dengan ukuran 60 x 120 cm dan dapat menampug 9.000 jama’ah. Dengan perluasan tersebut, Masjid Raya Baiturrahman sekarang memiliki 7 kubah, 4 menara, dan 1 menara induk. Dari masa kemasa Masjid Raya Baiturrahman telah berkembang pesat baik ditinjau dari segi arsitektur, peribadatan maupun kegiatan kemasyarakatan sesuai dengan perkembangan, luas area Masjid Raya Baiturrahman ± 4 Ha, didalamnya terdapat sebuah kolam, menara induk dan bagian halaman lainya ditumbuhi rumput yang ditata dengan rapid dan indah diselingi tanaman/pohon hias.





AZAN HENTIKAN PUTING BELIUNG

22 04 2008

Gema suara azan yang dikumandangkan seorang warga Tgk Muhammad Daud, menghentikan angin puting beliung yang menerpa pemukiman penduduk di Desa Gurah, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, Jumat (21/3) malam.

“Angin puting beliung yang bertiup kencang tiba-tiba berhenti meski sempat menghancurkan atap dua bangunan takkala suara azan dikumandangkan Tgk Muhammad Daud,” kata seorang warga Desa Gurah, Marwan, Sabtu.

Marwan menjelaskan, atap bangunan mushalla dan rumah warga bantuan Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias itu tercampak sekitar 200 meter dari bangunan induknya setelah diterjang angin puting beliung.

Marwan menjelaskan suara gemuruh dari tiupan angin puting beliung sebelum menghancurkan atap bangunan itu terdengar cukup deras, mangakibatkan sejumlah warga ketakutan dan ada yang berlarian ke arah perbukitan.

“Itu merupakan kejadian pertama yang kami rasakan setelah tsunami akhir 2004. Sebagian warga berlarian ke arah perbukitan ketika mendengar suara gemuruh bersamaan gumpalan awan hitam mirip ketika tsunami menghancurkan wilayah ini,” ujarnya.

Muslimin, warga lainnya juga menyatakan angin puting beliung yang menghancurkan atau merusak dua bangunan itu cukup menakutkan warga, sebab tidak pernah terjadi sebelumnya.

“Angin puting beliung itu datang tiba-tiba meski cuaca ketika itu belum hujan. Ketika angin itu datang, saya berusaha membuka pintu rumah namun terhempas dahsyatnya angin tersebut karena mirip seperti kejadian tsunami,” tambahnya.

Saat bersamaan seorang warga mengumandangkan azan dengan suara keras sehingga menghentikan bencana tersebut. Tgk M Daud mengumandangkan azan yang bersamaan pula berhentinya tiupan angin puting beliung itu, tambah dia.

“Saya menyaksikan langsung ketika angin puting beliung dalam bentuk gumpalan awan hitam mengangkat seng-seng dari dua bangunan dengan ketinggiannya mencapai sekitar 20 meter dari bangunan induk dan terjatuh ke persawahan,” ujar Muslimin.

Ia menjelaskan bersamaan dengan gumpalan awan hitam dan angin kencang, juga terihat gumpalan api ditengah sawah namun tiba-tiba menghilang bersamaan redanya tiupan angin tersebut





History Of Stunami

22 04 2008

Di akhir Desember nanti, Aceh akan memperingati peristiwa tsunami.

Aku ingat ketika Tsunami terjadi di 26 Desember 2004, saat itu aku sedang ujian akhir semester dan baru tidur jam 4 pagi krn kelelahan belajar. Waktu itu aku masih di Jakarta.

Jam 7 pagi, Ibu ku menelpon bhw di Aceh terjadi gempa yg cukup kuat dan menanyakan apakah di Jkt terjadi juga, dan mengharapkan ku utk banyak berdoa. Beliau mengabarkan bahwa orang di sana sudah berada di luar rumah masing2 dan berjaga-jaga jika terjadi gempa susulan.

Aku pikir biasa aja waktu itu, tp siapa sangka rupanya 1 jam kemudian, terjadi gempa yang sangat besar dan disusul tsunami yg terbesar dlm sejarah.

MasyaAllah…

Jam 8 pagi aku kehilangan kontak ke aceh, setelah 1/2 jam sebelum nya aku masih bisa di telpon oleh Ibu ku yang mengabarkan bahwa suasana disana orang2 sdh pada naik ke bukit, termasuk ibu ku untuk menghindari tsunami.

Aku juga masih ingat, betapa khawatirnya Ibu waktu itu krn tidak bisa mengetahui keberadaan Kakak ku yang saat itu sedang berada di Banda Aceh.

Rupanya stelah 1 hari kemudian, baru dapat kabar bahwa kakak ku dalam keadaan baik2 saja setelah sempat berlari 3 Km menghindari arus air yg cukup kuat dan sempat kelaparan krn tidak ada makanan dlm pengungsian.

MasyaAllah,

Waktu itu betapa banyak anggota keluarga kami yang juga menjadi korban tsunami, tp keluarga inti kami selamat. Ayah waktu itu 6 jam setelah tsunami langsung berangkat ke B.Aceh utk mencari kakak ku yg belum ada kabar setelah tsunami. Alhamdulillah, kakak ku selamat, dan berada dalam pengungsian dlm kondisi yg cukup shock, krn berada diantara ratusan mayat yg bergelimpangan.

Aku di jakarta pun harus menjaga adik2 ku yang dari Aceh, krn sebagian dari mereka juga akhirnya menjadi yatim piatu krn tsunami. Walaupun perasaan ku sedang kalut krn juga memikirkan keluarga, aku tetap berusaha menjaga adik2. Aku kumpulin mrk di satu tempat dan berdoa bersama. Lalu aku ajak mereka utk turun ke jalan mngumpulkan sumbangan ke Aceh.

Aku sdh tidak peduli dg kuliah dan ujian akhir ku saat itu. Aku cuma ingin berada setiap saat dgn adik2, saling menjaga agar tetap dalam keadaan baik.

Sembari itu, aku pun mencari peluang utk memberangkatkan semua adik2 di UI utk pulang ke kampung, bertemu dg keluarga mereka.

Susah sekali waktu itu krn pemerintah memberlakukan peraturan, hanya paramedis yg boleh masuk ke Aceh.

Alhamdulillah, setelah berjuang segenap kemampuan, aku pun bisa memberangkatkan pulang semua anak2 Aceh di UI ditambah bbrp relawan teman2 dekat ku.

Betapa saat itu adalah sebuah peristiwa yg tidak pernah terlupakan dlm perjalanan hidupku.





TENTANG TARIAN SAMAN (ADJEH)

22 04 2008

Tari Saman adalah salah satu tarian daerah Aceh yang paling terkenal saat ini. Tarian ini berasal dari dataran tinggi Gayo. Pada masa lalu, Tari Saman biasanya ditampilkan untuk merayakan peristiwa – peristiwa penting dalam adat dan masyarakat Aceh. Selain itu biasanya tarian ini juga ditampilkan untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad. Pada kenyataannya nama “Saman” diperoleh dari salah satu ulama besar Aceh, Syech Saman.

Tari Saman biasanya ditampilkan menggunakan iringan alat musik, berupa gendang dan menggunakan suara dari para penari dan tepuk tangan mereka yang biasanya dikombinasikan dengan memukul dada dan pangkal paha mereka sebagai sinkronisasi dan menghempaskan badan ke berbagai arah. Tarian ini dipandu oleh seorang pemimpin yang lazimnya disebut Syech. Karena keseragaman formasi dan ketepatan waktu adalah suatu keharusan dalam menampilkan tarian ini, maka para penari dituntut untuk memiliki konsentrasi yang tinggi dan latihan yang serius agar dapat tampil dengan sempurna. Tarian ini dilakukan secara berkelompok, sambil bernyanyi dengan posisi duduk berlutut dan berbanjar/bersaf tanpa menggunakan alat musik pengiring.

Karena kedinamisan geraknya, tarian ini banyak dibawak/ditarikan oleh kaum pria, tetapi perkembangan sekarang tarian ini sudah banyak ditarikan oleh penari wanita maupun campuran antara penari pria dan penari wanita. Tarian ini ditarikan kurang lebih 10 orang, dengan rincian 8 penari dan 2 orang sebagai pemberi aba-aba sambil bernyanyi





BAYI MAKROSOMIA

22 04 2008

Bayi “raksasa” berkelamin laki-laki seberat 6 Kg lahir melalui operasi caesar di RS Kodam Iskandar Muda (IM), Banda Aceh. Tim dokter spesialis kandungan RS Kodam IM itu sukses membedah kandungan Ny. Ernawati, 35, ibu bayi tersebut, Rabu (17/10). Bayi itu anak kedua pasangan Firdaus, 42, dan Ernawaty, 35, warga Desa Cot Mon Raya, Blang Bintang, Kab. Aceh Besar.

Ketua tim dokter spesialis kandungan, Dr. H. Mohd. Andalas SpOg, kepada Waspada, Kamis (18/10) tak menyangka berat badan bayi itu lebih dua kali lipat dari bayi lainnya yang lahir secara normal. “Ini pengalaman pertama bagi saya selama hampir 20 tahun menjadi dokter,” katanya. Bayi dan ibunya dalam keadaan sehat. “Tapi bayi itu harus mendapat pengawasan khusus dari dokter anak RS Kodam IM,” sambung dia.

Dalam istilah medis, bayi yang lahir dengan berat badan di atas empat kilogram disebut makrosomia.

Ayah sang bayi, Firdaus mengatakan sebelum melahirkan di RS Kodam IM, sempat membawa istrinya ke bidan di desanya namun tidak kunjung lahir. Akhirnya dirujuk ke dokter spesialis sebelum akhirnya diputuskan untuk dioperasi caesar.

Ny. Ernawaty mengaku selama masa kehamilannya tidak pernah memeriksa kandungannya kepada dokter spesialis, termasuk melihat pertumbuhan bayi lewat ultrasonografi (USG). Tak ada tanda-tanda keanehan, sehingga hari demi hari dijalani seperti biasa karena merasa tidak ada keluhan yang perlu dikhawatirkan. Namun selama hamil berat badan bertambah mencapai 25 kilogram





Haloooo

19 04 2008

Halooo semua

Salam kenal buat smua blogger








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.